Siapa sih yang tidak pernah sedih? Seperti jenis emosi lainnya, sedih merupakan hal yang wajar dan umumnya bersifat sementara. Asalkan dikelola dengan baik, perasaan sedih bisa hilang dengan sendirinya. Namun, rasa sedih yang tidak dikendalikan dan berkepanjangan akan berdampak negatif pada tubuh dan pikiran. Ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan agar tidak merasakan kesedihan berlarut-larut. Yuk, simak!

Akui Saja!

Bagaimana bisa sembuh jika tidak mengakui diri kita sedang sakit? Menerima kenyataan bahwa kita sedang tidak baik-baik saja merupakan langkah pertama untuk mendapatkan pengobatan. Sama halnya dengan kesedihan. Perasaan itu tidak akan hilang begitu saja hanya dengan kita mengatakan “gwenchana”. Tidak perlu berpura-pura bahwa semua baik-baik saja karena penyangkalan hanya akan membuat kesedihan yang dirasakan semakin besar. Selain melemahkan mental, kesedihan yang berlarut juga akan merusak kesehatan fisik.

Menangis Sepuasnya

Jika memang harus menangis ya menangis saja. Menangis bukan berarti cengeng. Justru menangis menjadi salah satu cara yang sehat untuk menghilangkan kesedihan. Menangis merangsang otak memproduksi hormon endorphin dan kortisol yang akan membuat kita merasa lebih baik, mengurangi stress, dan meredakan rasa sakit. So, jangan malu menangis.

Bercerita dengan Orang Kepercayaan

Perasaan sedih yang berlebihan memang sebaiknya tidak dipendam sendiri. Dengan bercerita kepada orang lain, perasaan akan menjadi lebih lega. Membiarkan orang lain tahu apa yang kita rasakan akan memberikan kesempatan kepada kita untuk mendapatkan dukungan dan solusi. Tapi, pastikan hanya bercerita kepada teman atau keluarga yang dipercaya ya!

Ciptakan Ruang Untuk Diri Sendiri

Tidak semua orang nyaman berbagi masalah dengan orang lain. Jika kita termasuk yang seperti itu, ada baiknya menarik diri sejenak dari lingkungan. Ini akan memberi kita waktu untuk memproses apa yang sedang terjadi dengan lebih baik. Sehingga kita bisa memiliki perspektif baru atas apa yang sedang dialami dan mencari solusi. Tapi jangan terlalu berlama-lama menyendiri karena bagaimanapun juga life must go on. Lagipula, terlalu lama menyendiri akan membuat kepala kita lebih rentan dimasuki pikiran-pikiran negatif dan akhirnya berujung pada depresi.

Makan Enak

Perut kenyang, hati pun senang! Makan juga bisa membantu mengurangi kesedihan, lho. Penelitian menunjukkan bahwa makan mampu meningkatkan mood dan memperbaiki suasana hati. Beberapa jenis makanan dan minuman seperti dark chocolate, alpukat, teh herbal, dan susu hangat banyak direkomendasikan sebagai mood booster. Makanan berbahan dasar gandum utuh seperti pasta, roti, dan kue juga bisa menjadi alternatif.

Olahraga Ringan

Olahraga ringan seperti jalan kaki 30 menit sehari dipercaya mampu membantu mengatasi kesedihan. Jalan kaki santai akan membantu melatih pernapasan yang membuat suplai oksigen ke otak lebih lancar. Selain itu, berjalan kaki secara teratur juga dapat mengendurkan otot yang tegang dan membuat tubuh lebih rileks. Agar hasilnya lebih optimal, kita bisa memilih trek dengan banyak pepohonan dan pemandangan indah di sekitarnya.

Tidur

Tidur saat merasakan kesedihan juga bisa menjadi solusi. Ketika tidur, kita akan sejenak terputus dengan dunia nyata dan merasakan emosi yang lebih tenang saat terbangun. Tidur juga akan memberikan kesempatan kepada tubuh dan pikiran untuk beristirahat dan mengumpulkan energi. Tidak hanya itu, tubuh yang lemah akibat kurang tidur juga diyakini sebagai salah satu pemicu timbulnya depresi.

Lakukan Hal yang Disukai

Jangan menghabiskan waktu dengan berdiam diri saja karena itu hanya akan membuat suasana hati memburuk. Alihkan pikiran negatif di kepala dengan melakukan hal-hal yang disukai. Shopping, menonton serial favorit, traveling, dan melakukan hal-hal yang disenangi lainnya akan membuat suasana hati menjadi lebih baik.