Ngl, saya bukan seorang gadget addict. Dari sekian banyak aplikasi yang ada di handphone, hanya beberapa saja yang sering saya gunakan. Bisa dibilang, saya hanya membuka aplikasi yang sama dan itu-itu saja setiap harinya. Selebihnya, aplikasi-aplikasi yang lain ada disana karena memang merupakan aplikasi bawaan.

WhatsApp

Tidak semua orang punya TikTok atau Instagram tapi hampir semua orang punya WhatsApp. Oleh karena itu saya memilih aplikasi ini sebagai media komunikasi utama. Hampir semua komunikasi virtual, baik personal maupun profesional, saya lakukan melalui WhatsApp.

Google Chrome

My go-to app selanjutnya adalah Google Chrome. Aplikasi yang serba tahu dan paling bisa diandalkan setiap kali mati ide ini sepertinya tidak akan pernah saya uninstall. Mulai dari iseng browsing hingga login ke aplikasi-aplikasi tertentu, Google Chrome selalu jadi pilihan pertama.

Video Streaming Platforms

Penyedia layanan video streaming seperti Netflix, HBO Max, dan Disney+ adalah aplikasi lain yang saya pilih saat senggang. Sebagai movie addict dan series lover, saya bisa mengandalkan aplikasi-aplikasi tersebut untuk hunting judul-judul baru. Seringnya sih, saya menunggu sampai sebuah serial tamat dulu sebelum menonton. Karena serial on going selalu membuat saya semakin penasaran dengan kelanjutannya, jadi saya sering memutuskan menonton setelah tamat saja.

Instagram

Ini aplikasi yang saya gunakan saat mode kepo saya sedang on. Biasanya saya membuka Instagram untuk sekedar iseng scrolling. Saya lebih memilih Instagram dibandingkan platform sejenis lainnya karena komentar-komentar penggunanya lebih bisa saya tolerir.

Tumblr

Eits, jangan salah. Ini bukan tumblr botol minuman ya, melainkan platform mikroblog dan jejaring sosial. Sepintas lalu, aplikasi ini tidak jauh berbeda dengan WordPress ataupun Blogger. Hanya saja, Tumblr tampil dengan format lebih sederhana dan multiguna.

Konten yang bisa diunggah di Tumblr tidak hanya berupa tulisan. Kita bisa menggunakan aplikasi ini untuk posting link, video, gambar, audio, bahkan gif dan kolase.

Selain fitur standar blogging seperti dashboard dan post, Tumblr juga menyediakan fitur-fitur menarik lain. Salah satu diantaranya adalah fitur reblog yang memungkinkan kita menerbitkan ulang sebuah postingan blog ke blog kita sendiri. Tidak jauh beda dengan yang biasa kita lakukan dengan Instagram atau platform media sosial lain. Selain itu ada juga fitur explore, follow, dan like.

Diantara fitur-fitur yang disediakan Tumblr, fitur pesan dan chat adalah favorit saya. Dengan fitur ini, kita bisa mengirim chat dengan sesama user. Jika tidak ingin dikenali, kita bisa mengirim obrolan kepada user lain di bawah label “anonymous”. Menarik bukan?

Pesan yang dikirim pun bisa dalam bentuk teks panjang hingga beberapa paragaf. Fitur pesan dan chat ini akan sangat cocok bagi orang yang lebih ekspresif saat mengobrol dalam bentuk teks ketimbang berbicara secara langsung.

Saya senang menggunakan Tumblr karena aplikasi ini memungkinkan saya terhubung dengan orang-orang dengan minat yang sama dari seluruh dunia. Saya juga bebas mengobrol dengan mereka dan menyampaikan opini dengan panjang lebar terkait topik-topik yang kami sukai.

Tumblr benar-benar tempat yang cocok untuk sekedar ngobrol iseng, posting GIF lucu, dan bahkan melepaskan frustasi lewat tulisan. Saya juga menggunakan aplikasi ini sebagai media belajar Bahasa Inggris karena user nya lebih banyak dari luar negeri. Karena meskipun telah memiliki lebih dari 400 juta pengguna di seluruh dunia, Tumblr tidak begitu populer di Indonesia.