Film yang mengisahkan pembunuhan oleh seseorang dengan kepribadian ganda memang selalu menarik ditonton. Selain menegangkan, elemen psikologis yang disajikan juga memicu rasa penasaran. Tidak jarang penonton ikut terbawa dan menggunakan petunjuk yang ada untuk menyatukan potongan-potongan puzzle dalam mengungkap misteri. Beberapa thriller psikologis tentang pembunuh berkepribadian ganda berikut bisa menjadi pilihan film “berisi” di kala senggang.

#1. Shutter Island (2010)

Apa jadinya jika Leonardo DiCaprio, Ben Kingsley, dan Mark Ruffalo beradu akting dalam film yang sama? Menarik pastinya. Melalui Shutter Island, penonton akan disuguhi akting memukau ketiga aktor tersebut dalam sebuah thriller psikologis yang rumit.


Film ini berkisah tentang Edward “Teddy” Daniels, seorang US Marshal yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio. Teddy bersama rekannya, Chuck Aule (Mark Ruffalo) dikirim ke sebuah pulau terpencil untuk menyelidiki misteri hilangnya salah satu pasien rumah sakit jiwa disana. Di tengah penyelidikan, kondisi psikis Teddy yang belum lama kehilangan istrinya akibat kebakaran tiba-tiba memburuk. Proses investigasi menjadi semakin sulit bagi Teddy dan Aule karena dokter dan staf rumah sakit yang dipimpin Dr. John Cawley (Ben Kingsley) terkesan menghalang-halangi.

Penyelidikan yang dilakukan Teddy tidak hanya menuntunnya pada ekperimen berbahaya yang dilakukan rumah sakit. Semakin dalam menggali, Teddy juga menemukan kebenaran pahit tentang masa lalunya. Alur cerita yang cukup gelap dan disajikan dalam dua narasi berbeda membuat Shutter Island semakin menarik. Selain DiCaprio, Kingsley, dan Ruffalo, film yang disutradarai oleh Martin Scorsese ini juga dibintangi oleh Michelle Wiliams dan Emily Mortimer.

#2. Split (2016)

Psychological horror thriller terbaik berikutnya adalah Split yang disutradarai oleh M. Night Shyamalan. Split mengisahkan tentang Kevin Wendell Crumb (James McAvoy) yang kepribadiannya terpecah menjadi 23. Gangguan kepribadian ganda yang dialami Kevin sendiri disebabkan oleh kekejaman yang dilakukan ibunya saat dia masih kecil.


Untuk menyatukan kembali 23 kepribadian tersebut, Kevin telah menjalani terapi selama bertahun-tahun. Psikiater yang menangani Kevin berhasil membantunya menyeimbangkan semua kepribadian tersebut selama beberapa waktu. Namun suatu hari, 3 dari pecahan kepribadian yang dimiliki Kevin memutuskan untuk melakukan penculikan terhadap beberapa gadis. Tidak hanya itu, 3 kepribadian dominan tersebut juga membunuh psikiater yang selama ini membantunya.

Sejatinya, Split merupakan bagian kedua dari trilogi karya M. Night Shyamalan. Unbreakable, bagian pertama dari trilogi tersebut dirilis tahun 2000. Sementara itu, bagian ketiga yang berjudul Glass dirilis 19 tahun kemudian. Meskipun memiliki benang merah yang saling berkaitan, masing-masing film berdiri sendiri dan bisa ditonton tanpa bergantung satu sama lain. Akan tetapi tidak ada salahnya menonton ketiga film tersebut untuk mendapatkan gambaran utuh tentang 23 kepribadian yang dimiliki Kevin Wendell Crumb. Selain James McAvoy, film ini juga menampilkan Hollywood A-lister lain seperti Samuel L. Jackson dan Bruce Willis.

#3. Hide and Seek (2005)

Film horor psikologis lawas ini menjadi salah satu legenda film tentang kepribadian ganda. Hide and Seek dibintangi oleh aktor kawakan Robert De Niro dan Dakota Fanning yang pada waktu itu masih berusia 10 tahun. Meskipun begitu, akting Dakota mendapatkan banyak pujian dari para kritikus film.


Hide and Seek menceritakan tentang David (De Niro) yang memutuskan pindah dari New York ke sebuah pedesaan bersama putrinya Emily (Fanning). Kepindahan tersebut lantaran Emily menjadi pendiam dan penyendiri setelah kematian tragis istri David akibat insiden bunuh diri. Namun, David yang merupakan seorang psikolog mulai mencurigai berbagai keanehan pada perilaku Emily setelah kepindahan mereka.

Kecelakaan-kecelakaan aneh yang melibatkan Emily mulai sering terjadi di rumah baru mereka di pedesaan. Tidak hanya itu, David juga mendapati putrinya itu memiliki teman khayalan bernama Charlie. Alur film Hide and Seek sangat menegangkan karena intensitas teror yang dialami David dan putrinya. Misteri tentang penyebab teror terhadap ayah dan anak tersebut yang terkuak di akhir film merupakan plot twist yang tidak disangka penonton.

#4. Identity (2003)


Dibintangi oleh John Cusack, film ini juga menyajikan plot twist yang cukup menarik. Identity menceritakan tentang sekelompok orang asing yang terjebak di sebuah motel di Nevada karena cuaca buruk. Ketegangan mulai muncul ketika satu persatu tamu motel tersebut terbunuh secara misterius. Tidak ada jalan lain bagi mereka kecuali bertahan di motel bersama seorang pembunuh. Alur cerita menjadi semakin rumit ketika perlahan orang-orang tersebut mendapati fakta bahwa meskipun tidak saling mengenal ternyata mereka memiliki keterkaitan.

Sementara itu, di tempat lain seorang narapidana bernama Malcolm Rivers sedang menjalani persidangan. Dia dituntut dengan hukuman mati atas tindakan pembunuhan yang dilakukannya di sebuah apartemen. Akan tetapi, eksekusi terhadap Malcolm ditangguhkan karena dia didiagnosa mengalami gangguan mental oleh psikiater. Disinilah penonton akan diajak berpikir dan menebak siapa pembunuh misterius di motel dan apa hubungannya dengan kisah Malcolm Rivers.

#5. Sybil (2007)

Penikmat film dan buku tentang gangguan kepribadian ganda tidak boleh melewatkan film satu ini. Sybil sendiri diadopsi dari buku berjudul sama yang terbit tahun 1973. Buku tersebut berisi dokumentasi kehidupan Sybil Isabel Dorset, wanita pertama yang diketahui mengidap kepribadian ganda.

Sybil adalah nama samaran dari Shirley Ardel Mason. Shirley merupakan seorang wanita kelahiran Minnesota yang didiagnosa memiliki 16 kepribadian pada usia 37 tahun akibat penyiksaan yang dilakukan ibunya sejak kecil. Kisah tentang Shirley kemudian diceritakan dalam buku yang ditulis oleh Rheta Schreiber. Dalam buku tersebut, Shirley menggunakan nama Sybil untuk melindungi identitasnya.

Melalui film Sybil yang dirilis tahun 2007, penonton akan dibawa dalam perjalanan Shirley mengenali pecahan kepribadiannya dan menyatukan mereka. Narasi yang menitik beratkan pada aspek psikologis terasa sangat kental dalam film ini. Melalui film Sybil penonton akan lebih memahami mengapa sebuah kepribadian bisa terpecah dan apa yang menjadi pemicunya. Tidak hanya itu, film ini juga menunjukkan bagaimana persisnya saat sebuah kepribadian sedang “mengambil alih kendali” dan tampil sebagai pemeran utama. Karena kisahnya yang menarik, Sybil juga banyak digunakan sebagai studi kasus oleh para akademisi.