Temukan hal kecil yang membuatmu hidupmu bahagia!

Kata-kata inilah yang sedang saya coba terapkan dalam hidup saya. Saya tidak lagi mencari terlalu jauh agar merasa bahagia. Menikmati setiap momen dan mensyukuri segala hal bahkan yang belum didapat adalah kunci bahagia versi saya.

“In Syaa Alloh Bukan yang Membahayakan”

Satu kalimat tersebut benar-benar membuat saya bahagia luar biasa. Saya tidak bisa tidur, makan, dan bekerja dengan tenang akhir-akhir ini. Namun kalimat yang diucapkan dokter setelah memeriksa luka di mulut ibu membuat saya sangat lega.

Ibu saya mengeluhkan rasa perih di bibirnya sejak Mei 2023. Awalnya hanya bibir terlihat kering biasa dan kemudian muncul sariawan. Saya sudah membawa beliau ke beberapa dokter, tapi lukanya malah semakin parah. Berbagai obat dan salep pun sudah dicoba, tapi tidak menunjukkan perkembangan berarti.

Bahkan pernah suatu kali obat yang dikonsumsi ibu menyebabkan demam, bentol, dan gatal di seluruh tubuh. Diperlukan 2 kali lagi kunjungan ke dokter dan tambahan obat agar ibu bisa menghabiskan antibiotik yang menyebabkan alergi tersebut sesuai dosis. Sungguh minggu yang berat waktu itu karena bersamaan dengan banyak deadline yang harus saya penuhi.

Setelah banyak perdebatan akhirnya ibu setuju untuk dibawa berobat ke spesialis di rumah sakit khusus gigi dan mulut di kota saya. Alhamdulillah, dokter menyatakan itu hanya penyakit mulut biasa. Sungguh melegakan karena setiap kali mengetik “sariawan lama tidak sembuh” di Google, artikel-artikel dengan diagnosa mengerikan lah yang selalu muncul. Kami hanya perlu membawa ibu untuk kontrol kembali minggu depan dan semoga saat itu luka di mulut beliau sudah membaik.

Even If It’s Too Late …

Bisa dibilang Jimin adalah satu-satunya idol K-Pop yang saya tahu. Bukan karena saya penggemar BTS tapi salah seorang sahabat saya adalah Jimin’s die-hard fan. Saya dan sahabat saya ini jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Tapi apapun yang kami obrolkan saat bertemu, entah bagaimana, Jimin selalu menjadi bagian dari percakapan. Terkadang saya merasa Jimin adalah orang ketiga dalam hubungan kami.

Kami bisa mengobrol tentang apa saja tapi topik tentang Jimin dan K-Pop adalah satu-satunya yang tidak bisa saya imbangi. Jika saya pikirkan lagi, percakapan kami tentang Jimin sebenarnya bukan dalam bentuk dialog tapi lebih ke monolog. Bagaimana tidak? Saat membahas tentang Jimin, dialah yang paling banyak bicara dan saya hanya mendengarkan. Saya hanya memberikan sedikit komentar di sana sini dan sesekali bertanya jika ada sesuatu dalam ceritanya yang membuat saya bingung.

Bahkan tidak jarang teman saya ini mengirimkan video, link, gambar, dan chat panjang tentang Jimin does this and Jimin does that. Beberapa waktu yang lalu saat tengah malam dia mengirimkan sebuah foto sekelompok orang memakai seragam tentara dan saya diminta menebak Jimin yang mana. How was I supposed to know that? Apalagi gambarnya tidak terlalu jelas dan menurut saya semua wajah di foto tersebut terlihat sama.

Lantas apakah itu membuat saya kesal? Tidak juga. Because I know that Jimin is one of the rarest things on earth that can make her genuinely happy. Itu sebabnya saya berusaha terlihat antusias jika tiba-tiba Jimin masuk dalam obrolan kami. Saya juga dengan sukarela memberikan tombol like tanpa dia minta setiap kali video promosi Jimin muncul di reels Instagram. Semua itu saya lakukan murni karena solidaritas tanpa pernah benar-benar melihat video tersebut tentang apa.

Tapi meskipun sudah lama memiliki sahabat seorang fans Jimin garis keras, pengetahuan saya tentang K-Pop masih nol. Apakah saya pernah mendengar tentang BTS sebelumnya? Tentu saja. Tapi apakah saya tahu tentang BTS? Nope. Bahkan saya baru tahu 2 minggu yang lalu kalau BTS beranggotakan 7 orang!

Suatu kali saya tidak sengaja melihat cuplikan video BTS di Instagram. Saya iseng-iseng saja menonton video itu sampai habis – sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Ternyata apa yang saya lihat cukup meninggalkan kesan dan saya terdorong untuk melihat lebih banyak video tentang mereka.

Sekarang saya sudah hapal semua nama anggota BTS: Jin, Suga, JHope, RM, Jimin, V, dan Jungkook. Bahkan saya meluangkan 2 hari khusus untuk mencocokkan nama setiap member dan wajah mereka. Untuk saat ini saya baru melihat video-video lama BTS yang berisikan interaksi para member. Saya belum tahu tentang lagu-lagu mereka but that’s okay and it will be another topic of discussion.

Mungkin terkesan aneh saya baru mengetahui itu semua di tahun 2024. Kalau tidak salah itu hampir 10 tahun setelah mereka debut. Alasannya sederhana saja, I’m not into K-Pop. Saya benar-benar tidak malu mengakuinya. So, even if it’s too late …

Interaksi lucu para member merupakan distraksi menyenangkan ditengah usaha saya juggling antara memenuhi beban kerja, konsisten menulis, dan urusan personal. Tidak jarang saya harus menahan tawa saat menonton video mereka agar orang lain tidak menganggap saya sinting. Dibalik penampilan yang selalu terlihat glamor di depan publik ternyata mereka 7 orang dengan kelakuan random di belakang layar.

Sekarang saya paham mengapa sahabat saya mengagumi Jimin dan BTS. Saya juga mulai menyukai mereka. Are they cute? Yes. Tapi bukan itu alasannya. Dari apa yang saya tonton, saya jadi tahu bahwa para member bekerja sangat keras untuk sampai di posisi mereka sekarang. Bukankah kisah mereka dimulai dari garasi studio dan tidur di satu kamar berisikan 7 orang?

BTS is a household name now. They make us believe in hard work and the importance to surround ourselves with the right people. Tentu saja interaksi lucu mereka tetap menjadi favorit saya. Sebagai bonus, saya sudah bisa mengimbangi obrolan teman saya tentang baby mochi nya.

Just Write and Don’t Think Too Much!

Bertemu dengan teman-teman baru di komunitas blogger adalah salah satu hal yang membuat saya bahagia akhir-akhir ini. Mereka adalah orang-orang yang belum pernah saya temui di dunia nyata. Tapi dari mereka lah saya menemukan alasan untuk terus menulis.

Jujur saja, menurut saya blogging itu tidak mudah. Ternyata ngeblog tidak hanya tentang menulis. Hosting, domain, dan Google analytic hanyalah sedikit dari banyak hal tentang blogging yang belum saya pahami. Dengan background saya yang tidak terlalu melek teknologi, segala hal teknis tentang blogging membuat saya pusing. Bahkan tampilan blog saya saat ini adalah hasil karya orang lain, thanks to kak Asri :)

Karena kerumitan itu, akhir-akhir ini saya mulai berpikir tentang berhenti ngeblog. Kecuali rajin mengunggah tulisan, saya tidak tahu bagaimana mengembangkan blog ini. Tapi kalimat-kalimat motivasi di chat group membuat saya berpikir ulang. They say, rajin menulis saja! Jadi, saya memutuskan untuk terus menulis dan memenuhi tantangan ODOP. Mengenai tentang bagaimana blog ini selanjutnya, akan saya pikirkan nanti.

Nonton Apa Lagi Ya?

Kesukaan saya akan film tidak dibatasi oleh genre tertentu. Terkadang saya menghabiskan beberapa hari menonton thriller Hollywood. Tapi di hari lain saya akan menghabiskan waktu dengan maraton serial Korea atau menonton film horor Thailand. Terkadang saya juga menonton film India dan drama Cina. Sama sekali tidak ada genre khusus, asalkan menurut saya bagus pasti saya tonton.

Saat ini saya sedang getol menonton drakor Maestra: Strings of Truth. Sayang sekali drama ini hanya 12 episode dan malam ini akan tayang episode ke 11. Setiap kali saya dibuat pusing dengan masalah pekerjaan, saya selalu mengingatkan diri saya untuk bertahan karena di akhir pekan akan ada episode baru Maestra yang bisa saya tonton. Oh ya, malam ini saya akan menonton Napoleon, film berlatar belakang sejarah yang dibintangi Joaquin Phoenix.