Mengeluh itu mudah tapi bersyukur terkadang sulit. Mudah sekali merasa kesal dengan hal-hal kecil padahal kita masih punya atap untuk berteduh, makanan di atas meja, keluarga lengkap, tubuh yang sehat, dan pekerjaan yang mungkin diimpikan orang lain. Benar sekali firman Allah yang menyatakan bahwa jika kita menghitung nikmatNya, maka kita tidak akan sanggup. Kita memang tidak akan pernah bisa menghitungnya!

Diantara sekian banyak nikmat Allah yang tidak terhitung, hal-hal berikut adalah yang paling saya sykuri.

Nikmat Iman dan Islam

Jika tidak dilahirkan dari ayah dan ibu penganut Islam, belum tentu saya menjadi muslim. Bukankah anak biasanya mengikuti agama yang dianut orangtuanya? Dibesarkan oleh orangtua yang keduanya muslim, saya pun sejak kecil sudah dididik sesuai ajaran Islam.

Meskipun begitu, di bangku kuliah lah saya menemukan hakikat menjadi seorang muslim yang sebenarnya. Bukan sekedar mengetahui rukun Islam, nama-nama nabi, atau hafal niat puasa. Orang tua saya memang melahirkan saya sebagai muslim, tapi saya menemukan Islam melalui pencarian, dengan izin Allah tentunya.

Sehat

Betapa sering kita menyepelekan kesehatan? Makan tanpa mempertimbangkan apakah itu baik untuk tubuh, begadang tanpa memikirkan bahwa tubuh juga perlu istirahat, atau malas berolahraga. Bahkan sebarapa banyakpun uang yang kita miliki tidak akan ada artinya jika tubuh sakit-sakitan.

Saya sendiri sedang berusaha menjalani hidup sehat. Hanya mengkonsumsi makanan sehat, tidur sebelum jam 11 malam, dan olahraga minimal 3 kali seminggu menjadi resolusi saya di tahun 2024. Tapi, sampai di hari ke 7 bulan Januari ini belum satupun dari resolusi tersebut yang saya lakukan.

Keluarga

Memiliki orangtua yang masih lengkap di usia saya ini merupakan sebuah privilege. Betapa banyak anak yang bahkan belum pernah digendong di punggung ayahnya atau merasakan lezatnya masakan ibu karena keduanya telah pergi lebih dulu. Saya juga memiliki kakak dan adik. Seperti di rumah-rumah lain, sibling fight jadi bagian sehari-hari. Tapi bukankah itu seninya tumbuh diantara saudara kandung?