Ide tentang grow
your own food atau menanam makananmu sendiri mulai ada di benak saya sejak
pandemi covid 19 merebak. Kebijakan lockdown pada saat itu mendorong orang-orang melakukan panic buying yang menyebabkan kekacauan dimana-mana.
Istilah ini merujuk pada tindakan dimana masyarakat melakukan pembelian secara
berlebihan karena kekhawatiran akan kehabisan stok barang. Komoditi seperti bahan
makanan, air minum kemasan, obat-obatan, bahkan tisu toilet menjadi rebutan.
Hal itu membuat
saya berfikir bagaimana jika kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
(PPKM) berlangsung lebih lama? Bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan pangan
keluarga saya sendiri? Bagaimana dengan tetangga-tetangga yang tidak bisa
keluar rumah karena terjangkit covid 19?
Beruntung ada
program “Jogo Tonggo” yang dicanangkan oleh pemerintah lokal sehingga warga sangat
terbantu jika menyangkut kebutuhan pangan. Keluarga saya juga termasuk salah
satu yang mendapat manfaat dari program tersebut saat ibu dan saya harus menjalani
isolasi di rumah sakit. Tapi kita tidak
selalu bisa mengandalkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan kita bukan?
Jika saya
perhatikan, orang-orang yang tidak terlalu merasakan dampak dari lockdown
adalah mereka yang memiliki kebun yang ditanami bahan makanan sendiri. Saat orang lain sibuk berebut bahan makanan di supermarket, mereka cukup berjalan beberapa langkah
dari pintu rumah dan bahan makanan sudah tersedia di hadapan mereka. Hal itulah
yang mendorong saya ingin belajar berkebun jika ada waktu luang.
Btw, berkebun tidak hanya memberikan kesempatan untuk grow your own food saja. Kegiatan ini juga ternyata memiliki berbagai manfaat lho. Berikut keuntungan-keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika berkebun dan menanam makananmu sendiri.
Mengetahui
dengan Pasti Apa yang Kamu Makan
Dengan menanam
sendiri bahan makanan di kebun, kamu jadi tahu pasti apa yang kamu makan. Manusia
cenderung menggunakan segala yang tebaik jika itu untuk diri sendiri. Begitupun
dengan berkebun. Jika hasilnya dimaksudkan untuk dikonsumsi sendiri, tentunya
kamu akan menanamnya secara organik. Jadi, kamu tidak akan ragu mengkonsumsinya karena sudah tahu pasti tidak ada bahan kimia berbahaya yang
ditambahkan disana.
Lebih Sehat
Bahan makanan seperti sayur dan buah-buahan menyediakan vitamin dan mineral paling banyak jika dikonsumsi tidak lama setelah dipetik. Semakin lama bahan makanan tersebut disimpan, maka nutrisinya semakin banyak berkurang. Dengan menanam sendiri makananmu, kamu bisa memetik sayuran dan bahan lainnya sesaat sebelum dimasak. Selain kandungan vitamin dan mineral dapat dipertahankan secara optimal, rasanya pun akan lebih segar.
Meminimalisir Food
Waste
Memiliki kebun sendiri
di halaman belakang memungkinkan kamu untuk memetik sayur dan bahan makanan
lainnya sesuai kebutuhan. Jadi, tidak ada lagi buang-buang makanan atau
membiarkan sayuran membusuk di kulkas karena kamu terlanjur membeli terlalu
banyak. Tidak hanya itu, kamu juga tidak akan terlalu peduli apakah tomat yang
dipanen bentuknya tidak bulat sempurna atau cabainya terlalu kecil lalu membuangnya karena tidak suka dengan hasilnya. Karena
bagaimanapun juga, memasak dari hasil kebun sendiri sudah merupakan sebuah
kepuasan.
Berkebun Sama Dengan Olahraga
Tahukah kamu jika aktivitas berkebun selama 3 jam setara dengan ngegym selama 1 jam? Kegiatan berkebun mengharuskan kamu melakukan berbagai hal seperti menggali tanah, memangkas ranting atau daun, menyirami tanaman, dan membungkuk untuk menyiangi rumput. Melakukan semua hal itu dibawah terik matahari selama beberapa jam tentunya sangat menguras energi. Nah, jadi tidak perlu pusing lagi mencari cara membakar kalori kan?
Meningkatkan Imun Tubuh
Berkebun mengharuskan kita menghabiskan waktu di bawah sinar matahari untuk waktu yang lama. Seperti diketahui vitamin D yang dihasilkan sinar matahari dapat membantu meningkatkan imun tubuh. Tidak hanya itu, penelitian menunjukkan bahwa kontak langsung dengan tanah juga akan membuat tubuh lebih kebal terhadap berbagai penyakit. Beberapa resiko penyakit yang dapat diturunkan jika tubuh terpapar langsung oleh tanah diantaranya adalah flu, alergi, asma, infeksi, dan psoriasis.
It's Good for Your Soul
Berkebun untuk menanam makanan sendiri sangat bermanfaat bagi kesehatan mental. Mycobacterium vaccae, bakteri baik yang biasanya ditemukan di tanah ini merupakan anti depresan alami. Bakteri tersebut dapat membantu tubuh kita melepaskan hormon bahagia dengan cukup efektif. Itu sebabnya, melewatkan waktu dengan berkebun diyakini bisa menurunkan tingkat stress dan membuat orang lebih bahagia.
Hemat Pengeluaran
Salah satu manfaat berkebun lainnya adalah kegiatan ini bernilai ekonomis. Dengan memiliki
bahan makanan yang ditanam sendiri di kebun tentunya akan lebih menghemat pengeluaran.
Kamu tidak perlu lagi menghabiskan banyak uang untuk membeli bahan makanan di
supermarket. Selain itu, pengeluaran untuk bensin dan transportasi pun
bisa ditekan karena kamu tidak perlu sering-sering keluar rumah untuk
berbelanja bahan makanan.
Mengurangi Resiko
Demensia
Berkebun
ternyata juga mampu menurunkan resiko demensia lho. Sebuah studi yang dilakukan
selama 16 tahun untuk meneliti 2.800 orang berusia 60 tahun menunjukkan keterkaitan
yang signifikan antara berkebun dan menurunnya resiko demensia. Hasil penelitian
yang dipublikasikan dalam the Medical Journal of Australia tersebut menunjukkan
bahwa berkebun dapat mengurangi resiko demensia pada orang dewasa hingga 35%.

.png)
4 Comments
Kalo punya lahan sendiri pasti asyik berkebun tipis2 kek gini ya
ReplyDeletebetyuuullll kak..semoga tahun ini bisa punya kebun sendiri
DeleteWah,,, senengnya bisa berkebun.
ReplyDeleteberkebun tuh mindful banget lhoh.. aku juga pingin
ReplyDelete